Eggurt: Minuman Fermentasi Telur dan Yoghurt Tinggi Protein

Eggurt: Inovasi Fermentasi Telur–Yoghurt sebagai Sumber Protein Tinggi

Egghurt adalah inovasi produk pangan hasil fermentasi campuran susu dan putih telur yang menghasilkan minuman tinggi protein dengan manfaat probiotik. Egghurt dikembangkan sebagai alternatif yoghurt konvensional dengan kandungan protein lebih tinggi serta tekstur yang lebih lembut dan mudah dicerna. Di tengah tren makanan fungsional, Egghurt memiliki potensi besar sebagai sumber protein berkualitas.

Apa Itu Eggurt?

Eggurt merupakan minuman fungsional yang dibuat dari campuran susu segar dan putih telur, lalu difermentasi menggunakan bakteri asam laktat seperti Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus (Triasih dan Priyadi, 2021). Melalui proses fermentasi ini, bakteri secara aktif mengubah laktosa menjadi asam laktat sehingga terbentuk tekstur lembut dan rasa sedikit asam. Selain itu, kombinasi susu dan putih telur meningkatkan kandungan protein secara signifikan. Putih telur menyediakan protein albumin berkualitas tinggi, sedangkan susu menyumbang protein kasein dan whey. Oleh karena itu, Eggurt tidak hanya lebih kaya protein, tetapi juga lebih mudah dicerna.

Keunggulan Eggurt sebagai Produk Tinggi Protein

1. Tinggi Protein

Susu dan telur sama-sama mengandung protein lengkap dengan asam amino esensial. Bahkan, proses fermentasi dapat meningkatkan ketersediaan hayati beberapa asam amino seperti leusin, isoleusin, valin, lisin, metionin, treonin, triptofan, fenilalanin, serta histidin. Dengan demikian, Eggurt cocok dikonsumsi sebagai sumber protein untuk mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.

2. Lebih Mudah Diterima

Fermentasi secara aktif menurunkan aroma amis pada telur. Bakteri asam laktat memproduksi senyawa flavor seperti asetaldehida, diasetil, dan asetoin yang memberikan aroma khas yoghurt. Akibatnya, Eggurt memiliki cita rasa yang lebih lembut dan lebih mudah diterima konsumen.

3. Mengandung Probiotik/Posbiotik

Jika dikonsumsi dalam bentuk segar, Eggurt mengandung bakteri hidup yang berperan sebagai probiotik. Namun, jika produsen mengeringkannya melalui metode seperti freeze drying, produk tersebut tetap mengandung senyawa posbiotik yang bermanfaat. Dengan kata lain, Eggurt tetap memberikan nilai fungsional meskipun dalam bentuk bubuk.

4. Bebas Laktosa

Fermentasi membantu memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa melalui enzim β-galaktosidase. Karena itu, kadar laktosa dalam Eggurt menjadi lebih rendah dibandingkan susu biasa. Kondisi ini membuat Eggurt lebih ramah bagi individu dengan intoleransi laktosa ringan.

Cara Pembuatan Eggurt

Proses pembuatannya secara garis besar, meliputi:

  1. Telur dihomogenisasi dan dipasteurisasi. Pencampuran bahan dasar yaitu susu dan 10% putih telur ayam (albumin) melalui proses pasteurisasi dengan tujuan untuk membunuh bakteri patogen. Pasteurisasi dengan suhu 75 – 90°C selama 15 detik atau HTST, sedangkan untuk albumin dipasteurisasi dengan suhu 50°C selama 15 detik.
  2. Starter yoghurt ditambahkan. Setelah itu, dilakukan penambahan 5% bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dengan perbandingan 1:1.
  3. Campuran difermentasi pada 38–45°C. Proses fermentasi sampai membentuk gumpalan (curd) dengan suhu 38–45°C.
  4. Produk disimpan pada suhu dingin. Penyimpanan pada suhu rendah untuk menghindari adanya kontaminasi dari luar.

Hasil akhirnya adalah produk kental, lembut, dan kaya protein.

 

Kesimpulan

Eggurt menghadirkan cara baru menikmati telur: memiliki tekstur lebih lembut, lebih mudah dicerna, memiliki kandungan probiotik atau posbiotik, serta memiliki kandungan protein yang tinggi. Dengan meningkatnya minat terhadap pangan fungsional, produk ini berpotensi menjadi inovasi menarik di masa yang akan datang

 

Refrensi

Triasih, D., & Priyadi, D. A. (2021). Kajian Tentang Pengembangan Eggurt dengan Fortifkasi Edamame sebagai Agen Antioksidan. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science). 23(2): 108-114.

Penulis : Akmal Reyhan Fadhilah

Editor : Falah Ramadhan Mohamad

Share the Post:

Related Posts