Prabhu Farm: Inovasi Peternakan Modern dan Wisata Edukasi di Sleman

Selasa, 19 Mei 2026 — Tim redaksi Badan Pers dan Penerbitan Mahasiswa (BPPM) Gallusia Fakultas Peternakan UGM berkesempatan untuk melakukan liputan eksternal peternak lokal di Prabhu Farm. Berlokasi di Sanggrahan, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Prabhu Farm merupakan peternakan kambing dan domba yang sebelumnya berdiri dengan nama Asyam Farm. Peternakan yang berdiri di atas tanah seluas lebih dari 4000 m2 ini tidak hanya berpusat pada penjualan segmentasi kambing dan domba, tetapi juga terkenal mengangkat inovasi sektor wisata edukasi peternakan di era modern. 

Prabhu Farm memiliki beberapa segmentasi penjualan yang meliputi kambing kontes, perah, dan domba lokal kontes, breeding, serta fattening untuk kurban dengan total sekitar 800 ekor. Kambing dan domba kontes yang ditawarkan dapat mencapai ratusan juta rupiah dengan perawatan yang tentu lebih istimewa pada penampilannya. Melalui kambing perah, saat ini Prabhu Farm dapat menghasilkan sekitar 60-70 liter perhari untuk didistribusikan secara langsung maupun diolah mandiri terlebih dahulu. Pada segmentasi breeding serta fattening untuk kurban, Prabhu Farm berhasil mengosongkan kandang dengan menjual lebih dari 300 ekor domba di tahun 2026 ini.

Sebagai bentuk diversifikasi usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi, Prabhu Farm mengelola dari hulu yang berawal dari skala kecil yang meliputi genetik ternak yang diinginkan dan produksi yang dihasilkan dalam skala tersebut, serta sumber daya manusia yang dibutuhkan hingga hilir yaitu pengelolaan hasil ternak beserta limbah-limbah yang dihasilkan. Peternakan yang berdiri pada baru berdiri pada tahun 2023 ini tidak hanya mengolah hasil ternak sampai pada ‘bahan mentahnya’ saja, tetapi juga mengolah susu menjadi produk siap saji seperti yoghurt, susu pasteurisasi maupun susu bubuk, keju, juga kue tart susu. Selain itu, Prabhu Farm juga sudah memiliki ruang produksi untuk mengolah limbah peternakan kambing dan domba menjadi pupuk dan kompos pertanian.

“Era modern seperti saat ini bisa sangat membantu dalam promosi dan penjualan produk-produk yang dihasilkan melalui pengelolaan media sosial yang teratur. Selain itu, teknologi di era modern sangat berpengaruh sebagai pencatatan produksi, kesehatan, pakan, populasi, identifikasi kelahiran maupun kematian, serta analisis keuangan Prabhu Farm yang dicatat dalam web mandiri” dinyatakan oleh Rahmat Bintang Ramadan selaku Founder Prabhu Farm. Unggulnya sistem yang dimiliki, peternakan ini tetap dikelola secara mandiri dengan membawa misi dapat memberdayakan masyarakat. Beberapa betina kontes diterjunkan ke masyarakat untuk mendapatkan pejantan yang bagus yang diharapkan akan memproduksi produk unggul. Dalam perjalanan menuju 4 tahun berdirinya Prabhu Farm, atensi pemerintah terkait terhadap peternakan masih sangat minim. Harapannya, pemerintah terkait dapat membantu lebih banyak terkait penjualan bibit, daging, maupun susu, juga dapat menyediakan wadah bagi para penyedia swasembada pangan di Indonesia.

Share the Post:

Related Posts