HSTP FKH UGM Gelar Seminar Nasional 2025 tentang Teknologi Inseminasi Buatan pada Kuda

Yogyakarta, 20 September 2025 – Himpunan Studi Ternak Produktif (HSTP) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) telah sukses menyelenggarakan Seminar Nasional (SEMNAS) 2025 dengan tema “Optimalisasi Teknologi Inseminasi Buatan dan Evaluasi Semen dalam Meningkatkan Potensi Genetik dan Reproduksi Kuda”. Acara ini diikuti lebih dari 100 peserta dari kalangan mahasiswa, dokter hewan, dan peternak dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara diawali dengan sambutan oleh Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D., selaku Wakil Dekan FKH UGM, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah edukasi sekaligus pengembangan ilmu reproduksi hewan di Indonesia.

Ketua pelaksana, Aulia Khoirunnisa, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi sarana pembelajaran bersama bagi mahasiswa, peternak, dokter hewan, serta masyarakat umum mengenai inseminasi buatan (IB) pada kuda. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman tersebut dalam mendukung peningkatan kesejahteraan hewan.

Sementara itu, Ketua HSTP FKH UGM, Rifatah Ali B, menambahkan bahwa tema ini sangat relevan karena kuda tidak hanya berperan sebagai hewan olahraga dan rekreasi, tetapi juga bagian dari budaya Indonesia. “Melalui teknologi inseminasi buatan, kita memiliki strategi untuk mengembangkan potensi genetik kuda di Indonesia,” ujarnya.

Pemaparan Materi

Seminar menghadirkan dua narasumber ahli:

  1. Drh. Ary Setya Hernanda
    Membahas pentingnya pemahaman organ reproduksi jantan kuda dari aspek anatomi, histologi, hingga regulasi hormon. Ia menjelaskan metode pengambilan sperma serta evaluasi semen baik secara makroskopis maupun mikroskopis, termasuk penggunaan teknologi CASA dan larutan pewarna Eosin-Negrosin. Drh. Ary juga menyoroti faktor stres fisik pada pejantan akibat latihan berlebih sebagai penyebab kegagalan kualitas semen.

  2. Drh. Lisa Ayuastary
    Menekankan bahwa pemahaman anatomi organ reproduksi betina menjadi kunci keberhasilan inseminasi buatan. Hal ini untuk mencegah kerusakan organ akibat kesalahan prosedur. Ia juga mengulas ciri-ciri kuda birahi berdasarkan organ reproduksi serta pentingnya keterampilan inseminator dalam praktik lapangan.

Penutup

Dengan terselenggaranya SEMNAS HSTP FKH UGM 2025 pada 20 September 2025, diharapkan pengetahuan mengenai inseminasi buatan pada kuda semakin meluas, sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas, potensi genetik, dan kesejahteraan kuda di Indonesia.

Share the Post:

Related Posts